Senin, 23 November 2015

KAP (komunikasi interpersonal)


MAKALAH KAP (komunikasi antar pribadi) mengenai komunikasi interpersonal


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Komunikasi dalam kegiatan sehari hari sangat penting dalam kehidupan kita, dimana disini dijelaskan bahwa pengertian dari komunikasi adalah pengalihan suatu pesan dari sumber kepada penerima pesan baik secara langsung maupun tidak langsung agar pesan tersebut dapat dipahami.
Sedangkan komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan dua orang atau lebih yang melakukan kontak secara langsung maupun tidak langsung dimana orang tersebut saling mengenal satu dengan yang lainnya.
Komunikasi interpersonal biasanya dilakukan oleh dua orang atau lebih. Orang tersebut akan melakukan interaksi yang saling berbalasan dan salingmempengaruhi. Komunikator akan menyampaikan pesan yang didasari dari aturan dan harapan penyampaian pesan itu sendiri sehingga komunikator akan melakukan proses komunikasi kepada komunikan agar komunikasi tersebut mencapai tujuan dan nantinya menghasilkan suatu output tertentu. Hal inilah yang dinamakan komunikasi interpersonal sebagai suatu sistem. Sebagai suatu sistem, unsur-unsur  yang ada dalam komunkasi interpersonal saling terkait satu sama lain.Ketiadaan satu unsur akan mengganggu unsur yang lainnya. Oleh karena itu,diperlukan pemahaman yang lebih mengenai unsur-unsur dari sistem komunikasi interpersonal itu sendiri yaitu unsure input (aturan dan harapan, persepsi, konsepdiri), proses, dan output.
Didalam makalah ini akan dibahas mengenai pengertian, karakteristik dan faktor yang memperngaruhi omunikasi interpersonal itu sendiri.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan komunikasi interpersonal (antar pribadi)?
2.      Apa saja karakteristik komunikasi interpersonal (antar pribadi)?
3.      Apa saja faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal (antar pribadi)?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui maksud dari komunikasi interpersonal (antar pribadi).
2.      Untuk mengetahui karakteristik dari komunikasi interpersonal (antar pribadi).
3.      Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal (antar pribadi).




















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Komunikasi Interpersonal (komunikasi antar pribadi)
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun pada kerumunan orang.[1]
Menurut R Wayne Pace komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang membutuhkan pelaku atau personal lebih dari satu orang atau Proses komunikasi yang berlangsung antara 2 orang atau lebih secara tatap muka.
Menurut Agus M. Hardjana komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, di mana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima dapat menanggapi secara langsung pula.[2]

Jadi komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran pesan antara seseorang dengan paling sedikit seorang lainnya, secara tatap muka, yang memungkinkan setiap peserta menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal sehingga menghasilkan umpan balik seketika itu juga. Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan paling sempurna, komunikasi interpersonal berperan penting sampai kapanpun, selama manusia masih mempunyai emosi. Kenyataannya komunikasi tatap muka ini membuat manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya, berbeda dengan komunikasi lewat media massa seperti surat kabar, televisi dan teknologi komuniasi lainnya membuat manusia merasa terasing.[3]
Secara teoritis komunikasi interpersonal diklasifikasikan menjadi dua jenis menurut sifatnya yaitu, komunikasi diadik dan komunikasi triadik.
B.     Karakteristik Komunikasi Interpersonal

Menurut Evert M. Rogers dalam Depari (1988) ada beberapa ciri komunikasi yang menggunakan saluran antarpribadi adalah:[4]
1.      Arus pesan yang cenderung dua arah
2.      Konteks komunikasinya tatap muka
3.      Tingkat umpan balik yang terjadi tinggi
4.      Kemampuan mengatasi tingkat selektivitas (terutama “selective exposure”) yang tinggi
5.      Kecepatan jangkauan terhadap audience yang besar relatif lambat
6.      Efek yang mungkin terjadi ialah perubahan sikap

Menurut Agus M. Hardjana ada tujuh karakteristik yang menunjukkan bahwa suatu komunikasi antara dua individu merupakan komunikasi interpersonal. Tujuh karakteristik komunikasi antar pribadi itu adalah:[5]

1.Melibatkan di dalamnya perilaku verbal dan non verbal
2. Melibatkan perilaku spontan, kebiasaan dan sadar
3.Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang berproses pengembangan
4. Melibatkan umpan balik pribadi, hubungan interaksi, dan koherensi (pernyataan yang satu harus berkaitan dengan yang lain sebelumnya).
5.Komunikasi interpersonal berjalan menurut peraturan tertentu.
6. Komunikasi interpersonal adalah kegiatan aktif
7. Komunikasi interpersonal saling mengubah.



C.    Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal (komunikasi antar pribadi)

Jalaludin Rakhmat meyakini bahwa komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh persepsi interpersonal; konsep diri; atraksi interpersonal; dan hubungan interpersonal[6]


1.      Persepsi Interpersonal
Persepsi adalah memberikan makna pada stimuli inderawi, atau menafsirkan informasi inderawi. Persepi interpersonal adalah memberikan makna terhadap stimuli inderawi yang berasal dari seseorang(komunikan), yang berupa pesan verbal dan nonverbal. Kecermatan dalam persepsi interpersonal akan berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi, seorang peserta komunikasi yang salah memberi makna terhadap pesan akan mengakibat kegagalan komunikasi.
2.      Konsep diri

Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Konsep diri yang positif, ditandai dengan lima hal, yaitu:
a. Yakin akan kemampuan mengatasi masalah;
b. Merasa setara dengan orang lain;
c. Menerima pujian tanpa rasa malu;
d. Menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat;
 e. Mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian



yang tidak disenanginya dan berusaha mengubah. Konsep diri merupakan faktoryang sangat menentukan dalam komunikasi antarpribadi, yaitu:
a.  Setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Bila seseorang mahasiswa menganggap dirinya sebagai orang yang rajin, ia akan berusaha menghadiri kuliah secara teratur, membuat catatan yang baik, mempelajari materi kuliah dengan sungguh-sungguh, sehingga memperoleh nilai akademis yang baik.

b. Membuka diri. Pengetahuan tentang diri kita akan meningkatkan komunikasi, dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan pengetahuan tentang diri kita. Dengan membuka diri, konsep diri menjadi dekat pada kenyataan. Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman kita, kita akan lebih terbuka untuk menerima pengalaman-pengalaman dan gagasan baru.
c.  Percaya diri. Ketakutan untuk melakukan komunikasi dikenal
sebagai communication apprehension. Orang yang aprehensif dalam komunikasi disebabkan olehkurangnya rasa percaya diri. Untuk menumbuhkan percaya diri,menumbuhkan konsep diri yang sehat menjadi perlu.

d. Selektivitas. Konsep diri mempengaruhi perilaku komunikasi kita
karena konsep diri mempengaruhi kepada pesan apa kita bersedia membuka diri (terpaan selektif), bagaimana kita memp 39 pesan (persepsi selektif), dan apa yang kita ingat (ingatan selektif). Selain itu konsep diri juga berpengaruh dalam penyandian pesan (penyandian selektif).

3.      Atraksi interpersonal

Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang. Komunikasi antarpribadi dipengaruhi atraksi interpersonal dalam hal:
a.       Penafsiran pesan dan penilaian. Pendapat dan penilaian kita
terhadap orang lain tidak semata-mata berdasarkan pertimbangan rasional, kita juga makhluk emosional. Karena itu, ketika kita menyenangi seseorang, kita juga cenderung melihat segala hal yang berkaitan dengan dia secara positif. Sebaliknya, jika membencinya, kita cenderung melihat karakteristiknya secara negatif.
b.      Efektivitas komunikasi. Komunikasi antarpribadi dinyatakan efektif bila
pertemuan komunikasi merupakan hal yang menyenangkan bagi komunikan. Bila kita berkumpul dalam satu kelompok yang memiliki kesamaan dengan kita, kita akan gembira dan terbuka. Bila berkumpul dengan denganorang-orang yang kita benci akan membuat kita tegang, resah, dan tidak enak. Kita akan menutup diri dan menghindari komunikasi.


4.      Hubungan interpersonal
Hubungan interpersonal dapat diartikan sebagai hubungan antara seseorang dengan orang lain. Hubungan interpersonal yang baik akan menumbuhkan derajad keterbukaan orang untuk mengungkapkan dirinya, makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya, sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung di antara peserta komunikasi. Lebih jauh, Jalaludin Rakhmat (2007) memberi catatan bahwa terdapat tiga faktor dalam komunikasi antarpribadi yang
menumbuhkan hubungan interpersonal yang baik, yaitu: a. Percaya; b. sikap suportif; dan c. sikap terbuka.[7]

a.       Percaya (trust)
Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi komunikasi
interpersonal, faktor percaya adalah yang paling penting. Ada dua keuntungan “percaya”. Pertama, dapat meningkatkan komunikasi interpersonal karena membuka saluran komunikasi,memperjelas pengiriman dan penerimaan informasi, serta memperluas peluang komunikan untuk mencapai maksudnya. Kedua,hilangnya kepercayaan pada orang lain akan menghambat perkembangan
hubungan interpersonal yang akrab.

b.      Sikap suportif
Sikap suportif adalah sikap yang mengurangi sikap sikap defensif dalam komunikasi. Sudah jelas dengan sikap defensif komunikasi interpersonal akan gagal, karena orang defensif akan lebih banyak melindungi diri dari ancaman yang ditanggapinya dalam situasi komunikasi ketimbang memahami pesan orang lain.

c.       Sikap terbuka
Sikap terbuka (open minded) amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi interpersonalyang efektif












BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, di mana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima dapat menanggapi secara langsung pula. Komunikasi interpersonal diklasifikasikan menjadi dua jenis menurut sifatnya yaitu, komunikasi diadik dan komunikasi triadik.
Faktor yang mempengaruhi komunikasi antar pribadi adalah: persepsi interpersonal, konsep diri, atraksi interpersonal dan hubungan interpersonal.

B.     Saran
Didalam pembuatan makalah ini tentunya penulis memiliki banyak kekeliruan yang mungkin tidak disadari oleh penulis. Dari itu, diharapkan kepada seluruh pembaca, jika menemukan kekeliruan dalam makalah yang kami buat ini, maka penulis berharap pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun, supaya penulis tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Dan demi mewujudkan karya-karya ilmiah yang lebih baik.




[1] Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Grasindo
[2] Agus M. Hardjana, 2003, Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal, Yogyakarta: Kanisius, hal: 84
[3] Dedy mulyana. 2001, Ilmu Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya,hal 74
[4]Alo Lilliweri. 1994, Perspektif Teoritis Komunikasi Antarpribadi, Bandung: PT.Aditya bakti, hal. 12-13
[5] Agus M. Hardjana, 2007, Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal, Yogyakarta: Kanisius, hal: 86
[6] Jalaluddin Rahmat. 2007 Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya

[7]Jalaluddin Rahmat. 2007 Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar